Oct 28, 2015

Solo Travelling ke Singapura (5 Hari 4 Malam ) Part 1

Perjalanan kali ini merupakan pengalaman pertama saya ke berlibur luar negeri. Untuk perjalanan kali ini saya sudah memesan tiket pesawat 3 bulan sebelum keberangkatan. Maskapai yang saya gunakan untuk perjalanan kali ini adalah AirAsia.

Selain memesan tiket pesawat, saya juga harus mengurus paspor karena waktu itu saya tidak memiliki paspor sama sekali. Membuat paspor ternyata tidak sesulit yang saya bayangkan sebelumnya, karena saya membuat paspor dengan secara online. Pengalaman saya mengurus paspor saya tulis disini.

Untuk penginapan, saya lebih memilih hostel ketimbang hotel. Selain harga yang lebih murah, dengan menginap di hostel bisa lebih banyak bersosialisasi dengan wisatawan dari negara lain. Hostel yang saya pilih kali ini adalah Coziee Lodge. Hostel ini terletak kurang lebih hanya 200 meter dari Stasiun Kallang MRT. Selain itu juga, di sekitar hostel ini terdapat restaurant halal dan murah.


Hari 1 (Tiba di Singapura)
Hari Sabtu 3 Oktober 2015, Saya berangkat pukul 8 pagi dari kosan saya di daerah Cipanas, Cianjur. Sedikit terlambat menurut saya, karena jadwal penerbangan saya pukul 13.50 di Bandara Husein Sastranegara menggunakan penerbangan Airasia QZ 367. Perjalanan Cianjur - Bandung cukup macet saat itu, sehingga saya baru sampai di Bandara Husein Sastranegara pukul 12.00. Tak ambil waktu lama, saya langsung antri di Imigrasi dan masuk Gate Bandara. Sayangnya, hingga pukul 13.50 belum ada panggilan untuk masuk ke pesawat. Ruang tunggu bandara sendiri sangat penuh, banyak calon penumpang yang duduk di lantai termasuk saya sendiri, dan sebagian besar penumpang saya perhatikan sepertinya warga negara Malaysia yang akan kembali pulang setelah berlibur di Bandung.
Bandara Husein Sastranegara
Akhirnya sekitar pukul 15.00 saya memasuki pesawat dan tak lama kemudian QZ 367 terbang menuju Singapura. Perjalanan Bandung Singapura memakan waktu kurang lebih 1,5 jam. Pesawat mendarat di Terminal 1 Changi Airport sekitar pukul 18.00 waktu Singapura. Changi Airport sendiri menurut Skytrax merupakan bandara terbaik di dunia. Fasilitas di bandara ini sangat lengkap, dan banyak diantaranya bisa dinikmati secara gratis. Namun, karena tidak memiliki banyak waktu, saya tidak dapat berlama-lama di bandara Setelah mengisi air minum di tap water gratis, saya menaiki Skytrain menuju ke Terminal 2 untuk masuk ke Stasiun MRT. Di stasiun MRT, saya membeli tiket Standard Ticket di General Ticket Machine (GTM) yang tersedia. Harga tiket menuju Stasiun Kallang seharga SGD 2,3 termasuk deposit 10 sen.
Di dalam perjalanan menuju Kallang MRT
Setibanya di Stasiun Kallang, saya kesulitan menemukan hostel yang saya pesan dan sempat berkeliling hingga 1 jam. Setelah sampai hostel, saya langsung membayar biaya penginapan sebesar SGD 79,60 untuk 4 malam dan deposit sebesar SGD 20 yang dapat diambil ketika check out. 

Pengeluaran Hari Pertama:
  • Tiket MRT Changi Airport - Kallang: SGD 2,3
  • Snack dan minuman: SGD 5
  • Biaya penginapan 4 hari (include SGD 20 deposit): SGD 99,60
Total pengeluaran hari pertama SGD 106,90

Hari 2 (Bugis, Masjid Sultan, Marina Bay, Botanical Garden, Jalan Besar Stadium)

Di hari kedua, saya sudah merencanakan untuk membeli Singapore Tourist Pass (STP) untuk perjalanan saya di 3 hari kedepan supaya lebih hemat. Dari hostel, sekitar pukul 08.00 saya pergi ke Stasiun Bugis untuk membeli STP. Namun pada pukul 09.00 counter penjualan tiket STP masih belum dibuka. Saya berkeliling di sekitar Stasiun Bugis untuk mencari sarapan. Tak jauh dari stasiun, saya menemukan food court yang menjual berbagai menu dengan harga yang cukup murah. Dan saya memesan Egg Prata seharga SGD 1,2 dan Hot Tea seharga SGD 1.

Setelah sarapan, saya menuju Arab Street dan memasuki Mesjid Sultan. Masjid ini merupakan mesjid terbesar di Singapura yang banyak dikunjungi oleh wisatawan. Sayangnya, karena belum memasuki waktu shalat, saya tidak masuk ke dalam mesjid dan hanya melihat-lihat di sekitar masjid.
Egg Prata
Tepat pukul 10.00 counter penjualan STP dibuka, dan saya membeli STP untuk 3 hari seharga SGD 20, dan deposit seharga SGD 10 sehingga total yang saya bayar sebesar SGD 30.
Singapore Tourist Pass (STP)
Setelah mendapatkan "Kartu Sakti" ini, saya menjadi lebih bebas untuk berkeliling Singapura, karena kartu ini dapat digunakan untuk menaiki MRT, LRT dan Bus tanpa batas selama kartu masih berlaku. Tujuan pertama saya dengan menggunakan kartu ini adalah Marina Bay. Dengan menggunakan MRT, saya turun di Stasiun Raffles Place. Sayangnya cuaca siang itu sangat panas, disini saya hanya singgah sebentar, dan hanya sempat berfoto di depan Patung Merlion. Disini juga saya sempat membeli Ice Cream Uncle seharga SGD 1,2. Pembeli yang mengantri cukup banyak karena cuaca saat itu benar-benar panas.
Patung Merlion
Menjauh dari cuaca panas di Marina Bay, tujuan saya selanjutnya adalah Singapore Botanical Garden, lagi-lagi dengan menaiki MRT, saya langsung turun di stasiun Botanical Garden yang tepat berada di depan pintu masuk Singapore Botanical Garden. Untuk masuk ke taman ini pengunjung tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun alias gratis, kecuali jika ingin memasuki National Orchid Garden yang terletak di ujung taman, kita diharuskan membayar hanya sebesar SGD 5. Taman cukup besar dengan luas kurang lebih 74 hektar. Untungnya disini terdapat beberapa tap water sehingga saya dapat berkali-kali mengisi ulang tumbler milik saya.
Healing Garden @ Singapore Botanical Garden
Ada kejadian unik saat saya dalam perjalanan keluar dari taman, saya melihat binatang seperti komodo yang berjalan begitu saja di depan saya. Tentu saya cukup kaget, karena setahu saya binatang ini cukup berbahaya dan dapat membunuh manusia. Tapi belakangan saya baru tahu binatang yang saya temui bukanlah komodo, tetapi Biawak Air atau Varanus salvator yang memang dibiarkan berkeliaran secara bebas di taman ini. Ukurannya cukup besar, tapi memang lebih kecil jika dibandingkan dengan komodo.
Varanus salvator
Perjalanan hari ini cukup melelahkan karena saya cukup banyak berjalan kaki di udara yang sangat panas. Sehingga saya memutuskan untuk kembali terlebih dahulu ke hostel. Namun karena belum makan siang, saya memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu di Mufiz Restaurant yang terletak di dekat Stasiun Aljuned.
Mufiz Restaurant
Disini saya coba memesan Mutton Briyani, atau Nasi Briyani dengan daging kambing. Porsi yang disajikan sangat besar dengan harga SGD 6. Rasa nya pun cocok di lidah saya. Dan disini, untuk pertama kalinya semenjak tiba di Singapura saya memesan makanan dengan menggunakan bahasa Melayu. Meskipun restauran ini merupakan restauran india, tapi semua karyawan bisa berbicara bahasa Melayu sehingga saya lebih mudah berkomunikasi ketika memesan makanan. Restauran ini merupakan restaurant muslim, sehingga semua menu yang disajikan di restauran ini dijamin kehalalannya.
Mutton Briyani
Selesai makan saya menjuju 7 Eleven untuk membeli beberapa snack dan minuman, lalu kembali ke hostel untuk beristirahat. Malam harinya, pada pukul 18.30 saya menuju Jalan Besar Stadium untuk menonton pertandingan sepakbola Liga Singapura antara Young Lions FC melawan Geylang International. Lokasi stadion sekitar 300 meter dari Stasiun Lavender. Berbeda dengan pertandingan sepakbola di Indonesia, penonton sepakbola di sini hanya sedikit. Meskipun demikian, penonton tetap semarak memberikan dukungan tapi tertib. Tiket untuk meonton pertandingan ini adalah sebesar SGD 6.
Jalan Besar Stadium
Tepat pukul 21.00, sebelum kembali ke hostel saya terlebih dahulu membeli snack dan buah-buahan di Supermarket FairPrice tak jauh dari Jalan Besar Stadium. Seteleh itu barulah saya pulang ke hostel beristirahat untuk melanjutkan perjalanan besok.

Pengeluaran Hari Kedua:
  • Tiket MRT Kallang - Bugis: SGD 1,3
  • Singapore Tourist Pass (3 Days, include SGD 10 deposit ): SGD 30
  • Ice Cream Uncle: SGD 1,2
  • Mutton Briyani: SGD 6
  • Tiket Young Lions FC vd Geylang International: SGD 6
  • Snack dan minuman: SGD 9
Total Pengeluaran Hari Kedua SGD 50,5.

Itulah cerita perjalanan saya sampai hari kedua di Singapura, cerita perjalanan selanjutnya akan saya lanjutkan disini.
Lokasi: Singapore

0 komentar:

Post a Comment