Feb 4, 2016

[Book Review] Bukan Untuk Dibaca

Membaca buku adalah hobi lama saya, dahulu sewaktu SMP dan SMA saya sering menghabiskan waktu berjam-jam membaca buku di Gramedia atau di pasar buku bekas di Jalan Dewi Sartika Bandung, ataupun meminjam buku kepada teman atau perpustakaan di sekolah. Namun semenjak kuliah, hobi tersebut mulai jarang saya lakukan karena kesibukan kuliah dan organisasi di kampus. Selain itu juga berbeda dengan perpustakaan di sekolah, perpustakaan di kampus hanya menyediakan buku-buku text book, sehingga saya menjadi kurang tertarik untuk mengunjungi perpustakaan di kampus.

Berawal di bulan Agustus 2015, saya berjalan-jalan ke Gramedia bermaksud membeli sebuah buku sebagai hadiah untuk seseorang yang akan kuliah di Jepang. Di bagian buku best seller, ada satu buku yang menarik perhatian saya karena memiliki judul yang unik yaitu "Bukan Untuk Dibaca". Saya pun membaca sekilas isi buku ini, dan tertarik dengan isinya sehingga saya memutuskan untuk membeli 2 buku sekaligus, 1 buku untuk saya sendiri dan 1 buku untuk diberikan kepada teman saya.

Buku ini ditulis oleh Deassy Marlia Destiani, seorang Ibu dua anak yang juga merupakan seorang guru dan pengelola PAUD di Sidoarjo. Melalui tulisan-tulisannya baik di buku maupun di dunia maya, beliau mengkampanyekan budaya membaca dengan tagline #virusmembaca. Selain "Bukan Untuk Dibaca" yang diterbitkan pada tahun 2013, buku lain yang ditulis oleh beliau antara lain "Bukan Untuk Dibaca, #2 (2014)" dan "Anakku Bukan Anakku (2015)".

Bukan "Hanya" Untuk Dibaca
Buku ini merupakan kumpulan cerita inspirasi yang dibagi ke dalam 12 bab. Masing masing bab memiliki 4 sampai dengan 24 buah cerita motivasi. Total ada 126 cerita yang ditulis di buku ini. Cerita-cerita yang ditulis di buku ini diambil dari berbagai sumber baik di internet, maupun dari cerita-cerita motivasi yang beredar dari mulut ke mulut. Penulis dengan telaten mengumpulkan cerita-cerita tersebut dan membaginya ke dalam 12 bab, sehingga jika kita tidak mempunyai waktu untuk membaca keseluruhan isi buku, kita bisa memilih untuk membaca bab yang kita inginkan saja.

Penulis berhasil menularkan virus membaca kepada saya melalui buku ini. Semenjak membaca buku ini, minat membaca saya kembali tumbuh. Cerita-cerita di dalam buku ini juga telah mempengaruhi beberapa keputusan yang saya ambil dalam hidup saya. Sesuai dengan apa yang dikatakan penulis, buku ini memang bukan sekedar untuk dibaca, tetapi juga untuk direnungkan dan dipetik hikmahnya.

Rating: 4/5




BUKAN UNTUK DIBACA
Penyusun: Deassy M. Destiani
Editor: Lina Tri Permanasari, Rachmi N. Hamidawati
Setting: Sarwoko Sasma Wijana
Desain Cover: Dwi Sulistyono

Penerbit:
Selaksa Publishing
Totosari RT 03 RW 14 Kelurahan Panjang, Laweyan, Surakarta.
Telp: 0271-726283 Faks: 0271-731366
Lokasi: Bandung, Bandung City, West Java, Indonesia

3 comments: