Apr 2, 2016

[Movie Review] Batman v Superman - Dawn Of Justice (2016): Lahirnya Liga Keadilan ala DC Comics

Tak mau kalah dengan Marvel, DC Comics juga akhirnya mulai membangun sebuah cinematic universes (DCEU) yang diawali dengan diluncurkannya film Man Of Steel (2013). Harus diakui, untuk urusan layar lebar, saat ini Marvel Comics lebih unggul dibandingkan DC Comics. Marvel sudah menciptakan cinematic universes (MCU) sejak diluncurkannya film Iron Man (2008) dan kini MCU sudah memasuki fase ketiga.

Dengan diluncurkannya Batman v Superman: Dawn Of Justice tentu saja mengobati rasa penasaran para fans DC Comics untuk melihat para superhero DC Comics bersatu menumpas kejahatan di layar lebar.

Sinopsis
Pasca Metropolis hancur karena pertarungan Superman dan General Zod, dunia terbelah menjadi dua. Satu yang mendukung Superman sebagai harapan dan satu lagi yang menyebutnya sebagai sebuah ancaman. Dunia berdebat jenis pahlawan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Sementara Batman dan Superman bertarung, teror diciptakan oleh Lex Luthor (Jesse Eisenberg). Kini Superman dan Batman harus mengesampingkan perselisihan mereka. Bersama Wonder Woman (Gal Gadot) keduanya berusaha menghentikan rencana jahat Lex Luthor dan Doomsday menghancurkan Metropolis.

Karakter
Banyak karakter utama yang dimunculkan dalam satu film tentu saja menjadi tantangan tersendiri bagi Zack Snyder. Setiap karakter harus diberikan porsi yang proporsional, namun sayangnya tak semua karakter utama di film ini tampil apik.

1. Batman / Bruce Wayne
Lupakan sejenak Bruce Wayne versi Christian Bale yang merupakan pemeran Batman terbaik hingga saat ini. Bruce Wayne versi Ben Afflect menampilkan karakter yang benar-benar berbeda dibandingkan Christian Bale.

Bruce Wayne/Batman diperankan oleh Ben Affleck
Setelah mengalami trauma akibat kematian kedua orangtuanya, Bruce Wayne kembali menghadapi trauma untuk kedua kalinya. Kehancuran Kota Metropolis banyak memakan korban dari kerabat dekat nya. Pembalasan dendam yang direncanakan Bruce Wayne bukan semata-mata akibat kejadian di Metropolis, tapi juga untuk kemanusiaan. Ia beranggapan bahwa Superman dapat menjadi ancaman serius bagi keamanan dunia.

2. Clark Kent / Superman
Berbeda dengan Batman, sisi humanisme Superman lebih banyak ditonjolkan di film ini. Superman harus menghadapi kenyataan bahwa tak semua masyarakat menyukai kehadiran dirinya. Kekecewaan tak bisa disembunyikan dari dirinya saat ratusan orang mati di depan dirinya tanpa sempat bisa selamatkan. Namun ketika dua orang yang ia cintai terancam, Ia rela melakukan segala hal untuk menyelamatkan mereka termasuk harus membunuh Batman.

3. Lex Luthor
Aktor utama di balik semua kejadian di film ini. Dengan kekayaan dan kekuasaan, dan kepintarannya, ia mampu membuat seolah-olah semua pihak berada di pihak yang benar dan juga di waktu yang sama terlihat bersalah. Lex Luthor digambarkan jauh dari sosoknya di komik, disini Lex Luthor lebih terlihat seperti Joker versi Heath Ledger yang licik dan psikopat. Meskipun begitu, ia berhasil menjadi karakter yang paling menonjol di film ini selain Bruce Wayne.
Lex Luthor diperankan oleh Jesse-Eisenberg
4. Diana Prince/Wonder Woman
Muncul begitu saja di antara Clark Kent dan Bruce Wayne, Diana Prince masih menjadi sosok misterius. Asal-usulnya hampir tidak dijelaskan sama sekali, hanya sedikit informasi tentang dirinya yang ditemukan oleh Bruce Wayne di file milik Lex Luthor. Karakternya cukup menonjol, Gal Gadot mampu menggambarkan Wonder Woman yang seksi dan tangguh.

Lahirnya Liga Keadilan
Setelah mengetahui keberadaan superhero lain di dalam file milik Lex Luthor, Bruce Wayne dan Diana Prince akan mencoba mengumpulkan mereka semua, diantaranya Aquaman, Flash, dan Cyborg.
Justice League
Film Justice League Part One sendiri akan dirilis tahun 2017, dan Justice League Part Two akan dirilis tahun 2019.

Cerita Terlalu Padat
Satu-satunya kelemahan di film ini adalah jalan cerita yang terlalu padat, meskipun durasi film cukup panjang hingga 2,5 jam, namun setiap potongan cerita tidak bisa tersampaikan dengan baik.


Kesimpulan
Awal yang kurang baik untuk DC Comics, namun dengan hadirnya DCEU diharapkan mampu menyaingi MCU yang saat ini terlalu dominan di industri film superhero.

And now, you will fly to him, and you will battle him to the death. Black and blue. Fight night. The greatest gladiator match in the history of the world. God versus man. Day versus night! Son of Krypton versus Bat of Gotham!
-Lex Luthor.-

Rating (3.5/5)



Jenis Film : Action, Adventure, Fantasy
Produser : Charles Roven, Deborah Snyder
Sutradara : Zack Snyder
Penulis : Chris Terrio
Produksi : Warner Bros. Pictures




Lokasi: Bandung, Bandung City, West Java, Indonesia

0 komentar:

Post a Comment