Aug 16, 2016

Pesan Taksi Gemah Ripah dengan Aman dan Nyaman Lewat Telepon

Nasib bagi orang seperti saya yang belum mempunyai mobil sendiri, pergi kemana-mana harus menaiki kendaraan umum. Jika bepergian ke tempat ramai tentu saja bukan masalah karena masih bisa menaiki angkot/bis yang banyak berlalu lalang. Namun jika bepergian ke tempat yang agak sulit dijangkau tentu saja harus menaiki ojek atau taksi dengan tarif yang lebih mahal jika dibandingkan dengan angkutan umum lain.

Untuk urusan menaiki taksi di Kota Bandung, kadang memang sedikit waswas karena banyak oknum sopir dari beberapa operator taksi di Bandung beroperasi tanpa menggunakan argo alias menggunakan tarif tembak. Namun beberapa operator taksi secara umum bisa dipercaya karena sopirnya selalu menggunakan argo antara lain adalah Blue Bird, Cipaganti, AA Taksi, dan yang terakhir yang akan saya bahas disini adalah Gemah Ripah (GR).

Sebelum Blue Bird masuk Kota Bandung, Gemah Ripah merupakan taksi terbaik yang ada di Bandung. Namun sekarang sudah tersaingi oleh beberapa operator lain seperti Cipaganti, AA Taksi, dan juga Blue Bird. Apalagi semenjak taksi online beroperasi di Bandung, operator taksi lokal seperti Gemah Ripah ini semakin dilupakan oleh para pengguna taksi.

Pengalaman memesan taksi Gemah Ripah saya alami saat pergi berbulan madu berlibur di The Green Forest Resort di kawasan Parongpong Lembang. Karena lokasinya yang jauh dari pusat kota, tentu saja membuat saya harus memesan taksi. Saat pergi dari Kota Bandung ke Lembang dari daerah Jalan Tamansari Bandung, saya tak kesulitan memesan taksi secara online melalui Grab Car, namun ketika pulang dari Lembang sangat sulit memesan taksi online karena jumlahnya yang masih jarang apalagi di daerah terpencil seperti Parongpong Lembang. Opsi yang saya ambil tentu saja adalah memesan taksi melalui telepon. Saya agak khawatir juga sebenarnya, karena sebelumnya saya belum pernah sama sekali memesan taksi melalui telepon, takut akan dikenakan biaya reservasi yang tinggi. Namun karena tak ada alternatif lain terpaksa saya memesan taksi dengan cara ini.

Nomor telepon taksi saya dapatkan dari website infobdg.com. Operator taksi pertama yang saya hubungi adalah Blue Bird (022-7560600), namun tak ada jawaban di seberang telepon. Saya langsung coba menghubungi operator taksi lainnya yaitu Gemah Ripah (022-4217070) yang langsung dijawab oleh operator. Tak sampai 15 menit, ada sms masuk yang mengatakan bahwa taksi yang saya pesan sudah sampai di lobby. Tarif dari Lembang ke Bandung menggunakan taksi ini ternyata sangat murah, lebih murah jika dibandingkan dengan tarif sebelumnya yang menggunakan taksi online. Bahkan tidak ada biaya reservasi yang dikenakan kepada saya. Untuk masalah pelayanan dan kenyamanan saya nilai baik, sama dengan pelayanan taksi pada umumnya.

Taksi Konvensional vs Taksi Online
Sebagai pengguna taksi baik konvensional maupun online di Kota Bandung, ada beberapa perbedaan yang saya rasakan dan akan saya rangkum menjadi beberapa poin di bawah ini:

1. Kemudahan
Jika berada di daerah dalam kota, taksi konvensional lebih mudah diakses karena hanya tinggal menunggu beberapa saat saja pasti ada taksi yang lewat, atau bahkan biasanya sudah ada taksi yang ngetem menunggu penumpang di beberapa sudut jalan tertentu. Sedangkan untuk taksi online, saya harus membuka aplikasi dan belum tentu ada driver yang mau mengambil pesanan saya, karena taksi online di Bandung masih cukup jarang, dan terkadang harus menunggu cukup lama sampai taksi datang.

2. Kenyamanan
Tak ada perbedaan mencolok jika bicara kenyamanan dalam menggunakan taksi konvensional maupun online. Ada sedikit kelebihan taksi online dibandingkan konvensional. Dari beberapa kali menaiki taksi online, saya terkadang diberikan minum atau permen secara gratis, namun hal ini tentu saja tergantung dari driver nya sendiri. Karena tak semua driver taksi online melakukan hal ini.

3. Tarif

Uncertainty is the most stressful feeling.

Hal yang paling membedakan antara taksi konvensional dan taksi online menurut saya adalah skema tarif yang digunakan. Disinilah keuntungan jika menggunakan taksi online, karena saya bisa tahu tarif perjalanan di awal pemesanan. Sedangkan jika menggunakan taksi konvensional, saya sering was-was ketika berada di dalam taksi dan sering mencuri pandang ke argo khawatir tarifnya naik tak terkontrol :D. Namun bukan berarti tarif taksi online lebih murah, beberapa kali saya alami dengan jarak yang sama justru tarif taksi konvensional menjadi lebih murah seperti yang saya ceritakan di atas.

Bijak Menyikapi Kontroversi Taksi Konvensional vs Taksi Online
Sebagai konsumen, justru saya merasa diuntungkan dengan adanya taksi online baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Keuntungan langsung yang saya peroleh adalah bisa mendapatkan alternatif pilihan baru dalam menggunakan taksi, sedangkan keuntungan tidak langsung adalah adanya peningkatan pelayanan dan penurunan tarif dari taksi konvensional karena persaingan menjadi lebih ketat. Namun tak bisa dipungkiri, saya tak 100% setuju dengan beroperasinya taksi online, karena taksi online yang ada saat ini melanggar aturan yang mengatur mengenai kendaraan umum. Jika saja taksi online ikut mematuhi aturan yang ada, apakah taksi online masih bisa bertahan? Dan untuk taksi konvensional sendiri saat ini juga sudah semakin meningkatkan pelayanannya, dan juga sudah mulai menggunakan aplikasi seperti yang dilakukan Blue Bird. Pada akhirnya nanti, pilihan akan jatuh pada masyarakat sebagai konsumen yang akan menilai. Operator taksi harus peka terhadap keinginan konsumen jika masih ingin bertahan.

It is not the strongest species that survive, nor the most intelligent, but the ones most responsive to change. Charles Darwin, 1809

Lokasi: Bandung, Bandung City, West Java, Indonesia

0 komentar:

Post a Comment