Sep 15, 2016

[Movie Review] Batman : The Killing Joke (2016)

Sebuah novel grafis yang kontroversial diterbitkan oleh DC Comics di tahun 1988 yang mengangkat perseteruan antara superhero dan villain paling populer, siapa lagi kalau bukan Batman dan Joker. Novel grafis tersebut berjudul Batman: The Killing Joke. Dan di bulan Juli 2016, versi film dari novel grafis tersebut diluncurkan. Tentu saja hal ini menjadi momen yang ditunggu oleh para penggemar Batman. Terlebih film akan dirilis dengan rating R, yang membuat para penggemar berharap cerita film yang gelap dan sadis meskipun dirilis dalam bentuk film animasi.

Sinopsis
Batman (Kevin Conroy) kembali berkeliaran menumpas kejahatan di jalanan kota Gotham, kali ini ia dibantu oleh putri dari Commisioner Gordon (Ray Wise) bernama Barbara Gordon (Tara Strong) yang menyamar menjadi Batgirl. Kehadiran Batgirl cukup membantu bagi Batman, namun karakter Barbara yang masih labil membuat Batman membatasi gerak geriknya. Hal ini tentu saja membuatnya marah, ia ingin membuktikan pada Batman bahwa dirinya pantas menjadi pahlawan bagi Gotham City. Tapi akhirnya hal itu tak terbukti, di saat menangkap keponakan dari Salvatore Maroni bernama Francisco (John DiMaggio), ia terlalu melampiaskan amarahnya sehingga membuat Francisco hampir mati. Karena hal inilah Barbara memutuskan untuk pensiun sementara sebagai Batgirl.


Pada kasus lainnya, Batman sedang menyelidiki penemuan mayat di sebuah gudang tua. Mayat tersebut diduga sudah bertahun-tahun berada di gudang tersebut. Dugaan langsung mengarah pada The Joker (Mark Hamill), karena mayat ditemukan dalam kondisi sedang tersenyum. Joker saat itu ditahan di Arkham Arsylum, namun Batman menemukan fakta bahwa Joker telah kabur, disitulah kegilaan Joker dimulai kembali. Ia akan membuat pertunjukan dengan tujuan yang ia sebut untuk "membuktikan suatu hal".

Barbara : "Why are You do this?"
The Joker : "To prove a points. Here's to crime.." 


Batgirl
Barbara Gordon bekerja di sebuah perpustakaan di Gotham City pada siang hari, namun di malam harinya putri dari Commisioner Gordon ini sudah 3 tahun membantu Batman menumpas kejahatan di Gotham City sebagai Batgirl. Masih berusia sangat muda, Barbara Gordon masih terlihat labil sehingga gerak geriknya sering dibatasi oleh Batman.


Selama 30 menit di awal, film ini fokus menggali karakter Barbara Gordon. Tapi justru hal ini sedikit mengganggu alur cerita. Film terasa seperti dibagi menjadi 2 episode yang tak berhubungan sama sekali. Tak ada benang merah yang jelas antara "episode pertama" yang menggali karakter Batgirl dengan "episode kedua" yang fokus menceritakan kegilaan Joker setelah kabur dari Arkham Arsylum. Beberapa scene juga cukup mengganggu, seperti scene hubungan seks di atas gedung antara Batgirl dan Batman setelah mereka berdua berkelahi. 

Bruce Wayne : "You're not like I am Barbara, it's still a game for you, still a thrill. "

Latar Belakang Joker Diungkap
Dalam versi komik maupun film, cukup jarang diungkapkan latar belakang dari Joker. Di film ini, cerita masa lalu joker diungkapkan dengan cukup jelas, meskipun tak disebutkan siapa nama aslinya.

Joker muda adalah mantan asisten lab di sebuah pabrik kimia. Ia keluar dan memutuskan untuk menjadi seorang komedian, namun ia gagal meniti karir sebagai komedian karena penonton tak tertawa melihat aksinya. Ia semakin tertekan karena tak punya uang dan banyak hutang, dalam 3 bulan, istrinya Jeannie (Anna Vocino) akan segera melahirkan. Meskipun hidup dengan kondisi kesulitan, Jeannie tetap mencintai Joker muda dengan sepenuh hati.


Joker muda ditawari pekerjaan oleh sekelompok penjahat untuk mencuri tanaman bilogis di pabrik kimia bekas ia bekerja dahulu untuk dijual di perusahaan lain yang menjadi pesaing. Di hari ia akan beraksi, Joker muda didatangi oleh polisi dan ia diberitahu bahwa istrinya meninggal karena tersetrum listrik. Merasa tak ada lagi hal yang bisa diperjuangkan, Joker muda menolak tawaran para penjahat. Namun karena diancam, ia akhirnya mau membantu para penjahat dan pada malam harinya mendatangi pabrik tempatnya bekerja dengan menggunakan kostum Red Hood.

Aksinya ketahuan penjaga keamanan, di saat yang sama Batman datang untuk menangkapnya. Namun Joker Muda manginjak jubahnya sendiri dan akhirnya jatuh ke tempat berisi cairan kimia yang membuat kulitnya menjadi berwarna putih dan rambut berwarna hijau. Dampak cairan itu juga membuatnya menjadi selalu tertawa dan membuatnya menjadi gila.

The Joker : "All it takes is one bad day to reduce the sanest man alive to lunacy. That's how far the world is from where I am. Just one bad day".

Kesimpulan
Sebuah film adaptasi yang sama persis dengan novel grafis aslinya, tentu saja jika adegan pengenalan Batgirl dihapus dari film. Secara umum adegan-adegan di film berjalan dengan baik, alur ciri khas Batman yang gelap dan sadis juga sangat terasa, namun hal itu dirusak oleh 30 menit adegan tak penting di awal film dan adegan ending film yang ambigu.

Rating (3/5)



Batman : The Killing Joke
Sutradara : Sam Liu
Penulis : Bob Cane, Bill Finger
Pemain : Kevin Conroy, Mark Hamill, Tara Strong

Lokasi: Bandung, Bandung City, West Java, Indonesia

0 komentar:

Post a Comment